September 2018
M T W T F S S
« Jun    
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930

Mendagri Jerman Mundur Karena Tak Sependapat soal Kebijakan Imigran Merkel

Pemerintah koalisi dari Angela Merkel pasalnya terancam sesudah menteri dalam negerinya diberitakan mundur karena tak sepaham dengan kebijakan imigran yang mana diambil oleh kanselir Jerman tersebut.

Lebih Baik Mundur

Dilansir dari CNN Indonesia, Horst Seehofer sendiri menyampaikan niatannya untuk mengundurkan diri sebagai Ketua Partai Konservatif Bavaria CSU dan juga menteri dalam negeri dengan alasannya yakni ‘tak punya dukungan.’ Niat tersebut disampaikan oleh Seehofer pada sejumlah pimpinan partainya.

Akan tetapi Ketua Fraksi CSU yang ada di parlemen, yakni Alexander Dobrint, pasalnya ‘menolak pengunduran diri dari Seehofer.’ Ketidakjelasan yang datang dari kubu Bavaria juga memicu kekhawatiran tentang masa depan koalisi pemerintahan Merkel CDU-CSU dan juga Partai Sosial Demokraktik (SPD).

Apabila Seehofer benar-benar mengundurkan diri dari jabatannya, CSU dapat menawarkan mendagri yang baru supaya tetap terikat di aliansi dengan partai CDU milik Merkel. Akan tetapi bila tidak, maka kemitraan kedua partai yang mana sudah berlangsung selama beberapa dekade bakal hancur dan bisa menyebabkan Merkel kehilangan mayoritasnya di parlemen. Hal tersebut bakal menyeret Jerman juga pada masalah krisis politik.

Supaya bisa bertahan, Merkel sebenarnya bisa mengupayakan pemerintah minoritas, mencari mitra koalisi yang baru dengan cara menggandeng pro-lingkungan Partai Hijau, atau juga pro-bisnis Demokrat Bebas atau juga mengatur mosi tidak percaya pada Parlemen guna memicu pemilihan umum yang baru.

Adapun CDU sendiri, yakni partai Merkel, tak memberikan alternatif solusi lainnya untuk masalah imigran bagi CSU, apakah misalnya berupaya menggalang Eropa supaya memberikan solusi untuk bisa memangkas jumlah migran ataupun mengambil tindakan nasional Jerman secara sepihak saja.

Annegret Kramp-Karrenbauer, selaku Sekretaris Jenderal CDU,  menyatakan bahwa pemimpin-pemimpin partai ‘bersatu’ untuk mendukung ‘solusi yang paling efektif dan juga manusiawi bersama dengan mitra Eropa kamu’ tentang masalah imigran.

Bisa Picu Krisis di Politik Barat

Seperti yang sudah diketahui bahwa migrasi adalah isu yang sudah lama mendominasi perdebatan politik di negara Barat dan juga bisa memecah negara-negara di sana.

Angela Merkel yang bersama dengan koalisinya yang mana rentan, berharap dapat mengatasi gelombang sikap anti-imigran tanpa harus kehilangan banyak pengaruh karena sikap ini.

Pemerintah koalisi baru antara Italia dan Austria membawa suara anti-imigrasi yang mana terpinggirkan ke tengah panggung kekuasaan.

Australia juga tak lepas dari isu ini. Mereka dikritik habis-habisan karena kebijakan menahan pencari suaka yang mana tiba dari laut di tempat penampungan bandar togel terpercaya yang ada di Papua Nugini dan Nauru. Di tengah situasi yang seperti ini, pertikaian politik yang berlangsung antar negara-negara Barat malah dipertajam dengan perdebatan yang ada di dunia maya yang mana diduga dihembuskan oleh propaganda dari Rusia.

Di balik upaya memenangkan pemilu dan juga penyebaran informasi salah yang mana sengaja dihembuskan ini, ternyata memang ada tren nyata yang mana memiliki konsekuensi kemanusiaan serta politik. Jumlah imigran sendiri pasalnya masih berada di angka yang tinggi. PBB sendiri memperkirakan potensi pengungsi dan juga migran di seluruh dunia mencapai jumlah 65 juta orang.

Filippo Grandi, Komisaris PBB urusan Pengungsi mengatakan bahwa masalah ini mesti diatasi dengan solusi yang sifatnya global, namun situasi yang sekarang ada lebih ke sikap yang nasionalis.

Warga Jerman khususnya secara luas masih memiliki pandangan pro-Eropa, akan tetapi mereka masih berusaha untuk menerima langkah Merkel guna menerima lebih dari 1 juta pencari suaka di tahun 2015.

Lagi-Lagi, Trump Batalkan Pertemuan Dengan Kim Jong Un

Amerika Serikat dan Korea Utara memang mengalami perang dingin. Bahkan kedua pemimpin mereka, Donald Trump dan Kim Jong Un masih tarik ulur mengenai pertemuan mereka. Sudah lama tak sejalan, publik dunia begitu menantikan kapan akhirnya Trump bersedia berjumpa dengan Jong Un. Hingga akhirnya peluang pertemuan itu muncul pada 8 Maret 2018.

 

Saat itu di Gedung Putih, Trump menyebutkan kalau Korea Selatan akan melakukan tindakan besar di mana pejabat senior mereka memberanikan diri ke Pyongyang untuk menemui sang Pemimpin Tertinggi Korut. Pertemuan itu akhirnya bermuara pada perjumpaan Jong Un dengan Presiden Korsel Moon Jae In di perbatasan desa perdamaian Panmunjom untuk pertama kalinya. Hal inipun membuncahkan asa bahwa Trump akan berjumpa dengan Jong Un pada akhirnya.

 

Teka-teki pun terungkap pada 10 Mei 2018 bahwa Trump yang bersedia bertemu dengan Jong Un di Singapura pada 12 Juni 2018. Namun kemudian Korut keberatan atas latihan militer Korsel dengan AS yang membuat Trump sendiri membatalkan pertemuannya dengan Jong Un hari Kamis (24/5) kemarin. Lewat sebuah surat, Trump menyebut bahwa pertemuannya dengan Jong Un tak pantas terjadi karena Korut masih memiliki amarah dan permusuhan.

 

Dalam wawancaranya dengan Fox News, Mike Pence selaku Wapres AS mengingatkan Jong Un agar tidak mempermainkan AS jelang pertemuannya dengan Trump. Hal ini langsung membuat Korut murka dan balik menyebut pendapat Pence itu sebagai ungkapan orang bodoh. Choe Son Hui selaku Wamenlu Korut menegaskan kalau negaranya tak akan mau berunding dengan AS dalam situasi penuh tekanan. Namun tiba-tiba pada Jumat (25/5), Trump malah menyatakan siap bertemu dengan Jong Un kembali.

 

Pembatalan Trump Picu Konflik AS-Korut

 

Aksi plin-plan Trump ini jelas memicu reaksi global. Bahkan di internet, surat pembatalan yang dikirim kepada Korut langsung menjadi bahan olokan warganet. Pembatalan Trump itu dianggap Ned Price selaku mantan anggota CIA sebagai jalur cepat menuju konflik kedua negara, bukannya perdamaian. Meskipun masih berharap bisa bertemu Jong Un, dalam suratnya itu Trump lagi-lagi menyinggung jika cadangan nuklir AS lebih besar daripada Korut.

 

Di saat pertemuannya dengan Trump belum jelas, Jong Un justru memilih menemui Jae In pada Sabtu (26/5) kemarin. Pertemuan dadakan itu terjadi selama dua jam di desa Panmunjom, lokasi yang sama seperti saat mereka sepakat denuklirisasi Semenanjung Korea bulan April lalu, seperti dilansir AFP.

 

Trump Tak Suka Jong Un Temui Xi Jinping

 

Pembatalan pertemuan itu akhirnya membuat China angkat bicara. Lu Kang selaku Jubir Kemenlu China meminta kedua negara menahan diri dan tetap berdialog dengan niat baik. Kang sekali lagi membantah tudingan jika China punya motif tersembunyi atas membaiknya hubungan AS-Korut karena China berkomitmen mendukung pelucutan senjata nuklir di Semenanjung Korea.

 

Trump sendiri sempat kecewa saat Jong Un bertemu Presiden China Xi Jinping untuk kedua kalinya pada 8 Mei 2018. Trump menilai sikap Jong Un berubah setelah bertemu Jinping. Meskipun demikian Trump berharap bahwa dugaannya keliru karena AS memiliki hubungan togel hongkong yang cukup baik dengan China, seperti dilansir CNN.

 

Atas tudingan Trump itu, China membantah bahwa mereka memanfaatkan isu Korut sebagai nilai tawar atas hubungan perdagangannya dengan AS. Malahan China menyambut baik langkah Korut yang menghancurkan fasilitas nuklirnya di Punggye-ri, provinsi Hamgyong Utara.

Lewis Hamilton Berhasil Jadi Juara GP Spanyol

Ajang Formula 1 (F1) sudah memasuki seri kelima yang berlangsung di sirkuit Catalunya, Spanyol pada hari Minggu (13/5) malam WIB kemarin. Kemenangan pun diraih perbalap Mercedes, Lewis Hamilton. Pria kelahiran Inggris itu berhasil finish terdepan, unggul atas rekan satu timnya, Valtteri Bottas. Bisa dibilang kalau sepanjang balapan terjadi, Hamilton mampu menang dengan dominasi yang sangat mutlak.

 

Karena memang pria berusia 33 tahun itu memulai GP Spanyol dengan pole position setelah jadi yang terbaik di babak kualifikasi hari Sabtu (12/5) malam WIB. Karena star terdepan, Hamilton pun langsung melesat sejak awal dan melintasi chequered flag pertama dengan selisih 20 detik dari Bottas. GP Spanyol sendiri memang berlangsung cukup seru dengan posisi start ketiga ditempati oleh pebalap Ferrari, Sebastian Vettel. Bahkan Vettel sempat berusaha menyalip Bottas di awal-awal balapan.

 

Diwarnai kecelakaan, insiden di Catalunya dialami oleh mobil Romain Grosjean (Haas) yang melintir dan ditabrak Nico Hulkenberg (Renault) di tikungan ketiga. Safety car keluar saat Pierre Gasly (Toro Rosso) juga ikut menabrak mobil Grosjean yang membuat mereka bertiga keluar dari lintasan. Saat safety car keluar, Hamilton kembali melesat dan di putaran ke-12 dirinya menjauh dari Vettel dengan unggul lima detik. Vettel lalu menggiring mobil ke pit untuk ganti bad jadi medium yang membuatnya melorot ke posisi tujuh dan kembali mengejar hingga posisi lima.

 

Bottas juga sempat masuk pit dan keluar di posisi enam. Saat itu Kimi Raikkonen (Ferrari) masih menempel di belakang Hamilton sebagai runner-up. Namun di putaran ke-25, Raikkonen kehabisan tenaga dan mundur dari lintasan. Hamilton sempat masuk pit sehingga membuatnya keluar di belakang Max Verstappen (Red Bull). Namun dengan kecepatannya, Hamilton berhasil melewati Verstappen dan jadi juara.

 

GP Spanyol Jadi Milik Mercedes Sepenuhnya

Bisa dibilang kalau GP Spanyol adalah milik tim Mercedes. Karena selain Hamilton berhasil jadi juara, posisi judi bola online kedua dimiliki oleh Bottas. Tak heran kalau tim Mercedes patut tersenyum lebar dengan hasil GP Spanyol yang jauh lebih baik daripada GP Azerbaijan pada akhir April lalu.

 

Sekedar mengingatkan, saat itu Hamilton kendati jadi juara harus berjarak jauh dari Bottas karena rekannya itu harus rela terlempar hingga posisi ke-14. Sementara itu di tiga seri awal F1 musim 2018 ini, Hamilton justru harus kalah dari Vettel di Australia dan Bahrain serta Daniel Ricciardo (Red Bull) di China.

 

Hamilton Curiga Pada Performa Negatif Ferrari

Jika Mercedes tersenyum lebar di GP Spanyol, hasil sebaliknya justru dirasakan oleh sang rival, Ferrari. Bahkan bisa dibilang kalau sirkuit Catalunya jadi kali pertama bagi dua pebalap Ferrari gagal naik podium di musim 2018 ini. Karena memang Vettel cuma mampu finish di posisi keempat dan Raikkonen terlempar hingga posisi ke-17.

 

Atas hasil negatif Ferrari, Hamilton rupanya menaruh perhatian. Apalagi di sesi latihan bebas pertama jelang GP Spanyol, performa Ferrari yang tak maksimal membuat Hamilton berpikir macam-macam dan curiga kalau Ferrari sengaja tampil di underperform. Alasan Hamilton ini memang tampak masuk akal karena di dua sesi latihan bebas, Mercedes selalu jadi yang terbaik. Melihat kebiasaan Ferrari yang selalu ‘meledak’ di saat penting, Hamilton memang patut waspada. Namun tampaknya kekhawatiran Hamilton tidak terbukti karena dia berhasil jadi juara di GP Spanyol.

Marvel Siapkan Tokoh Superhero Islam, Priyanka Chopra Dibidik?

Marvel dan Disney saat ini memang tengah bahagia betul dengan Marvel Cinematic Universe (MCU). Sudah mencapai tahap akhir dari fase ketiga MCU, Marvel telah merilis AVENGERS: INFINITY WAR yang saat ini sudah mengumpulkan pendapatan global lebih dari USD 1,8 miliar sejak dirilis akhir April lalu. Menyambung INFINITY WAR, Marvel menyiapkan AVENGERS 4 pada Mei 2019. Barulah usai AVENGERS 4, peta superhero Marvel akan berubah jauh lebih besar.

 

Salah satu sosok yang digadang-gadang akan jadi pusat memulai fase keempat MCU adalah Captain Marvel yang filmnya bakal dirilis Maret 2019 nanti. Bahkan Carol Danvers (Brie Larson) akan memegang kunci utama kebangkitan para superhero dan semesta yang diporak-porandakan Thanos (Josh Brolin) di akhir INFINITY WAR. Namun ambisi MCU bukan itu saja, karena kabarnya kini mereka siap mengangkat superhero-superhero lain yang tak kalah unik ke layar lebar.

 

Salah satunya adalah pahlawan super ciptaan kreator Marvel, Sana Amanat yakni Miss Marvel. Dalam wawancaranya dengan detikHOT, Miss Marvel merupakan alterego dari karakter bernama Kamala Khan, seorang perempuan Pakistan-Amerika Serikat yang beragama Islam. Saat menciptakan karakter Kamala, Amanat bahkan sampai mendiskusikan cukup panjang mengenai hal-hal halal dan haram yang memang jadi dasar agama Islam bagi Miss Marvel.

 

“Saat mendiskusikan tokoh yang mau kami buat atau yang bakal difilmkan kemudian oleh Marvel, kami selalu berkolaborasi. Kami selalu ingin memperlihatkan dualitas sebuah tokoh yakni sebagai superhero dengan kekuatannya dan disukai banyak orang serta di sisi lain sebagai manusia biasa dan segala permasalahannya. Dua kekuatan togel hongkong itu akan membuat karakter makin menarik dan kompleks untuk dikembangkan,” ungkap Amanat panjang lebar.

 

Fans Ingin Priyanka Chopra Jadi Miss Marvel

 

Sambutan hangat penggemar Marvel atas karakter Kamala pun tampaknya membuat MCU tergiur membawanya bersama para Avengers di layar lebar yang bahkan dibocorkan oleh bos Marvel, Kevin Feige. Jika memang Miss Marvel bakal difilmkan, tentu pertanyaan terpenting adalah siapa aktris yang bakal berperan. Dilansir India.com, rupanya para penggeamar berharap jika aktris India, Priyanka Chopra bakal digaet Marvel untuk mengisi karakter Kamala.

 

Bukan tanpa alasan kenapa Chopra dianggap cocok menjadi Kamala, karena sebelumnya dia pernah mengisi suara video game bertema Miss Marvel sehingga memang terlihat cocok menghidupkan Kamala. Sebagai seorang aktris, Chopra mulai melebarkan kariernya ke Amerika saat terpilih jadi Alex Parrish di serial TV Quantico pada 2015 silam. Dan barulah pada 2017, Chopra memulai debut dalam film Hollywood, BAYWATCH sebagai Victoria Leeds dan beradu akting dengan Dwayne Johnson serta Zac Efron.

 

Chopra Pernah Ditolak Hollywood Karena Warna Kulit

 

Dikenal akan parasnya yang cantik dan bakat luar biasanya baik sebagai aktris atau penyanyi, langkah Chopra di Hollywood tidaklah semulus anggapan banyak orang. Perempuan berusia 35 tahun ini bahkan harus merasakan pilu saat ditolak dalam audisi hanya karena warna kulit. Dilansir Entertainment Weekly, juara Miss World 2000 ini pernah gagal dari produksi sebuah film Hollywood pada 2017 hanya karena fisiknya yang tak sesuai.

 

Sempat menilai apakah dirinya terlalu gemuk atau kurang seksi, penolakan itu ternyata pada warna kulit Chopra yang dinilai terlalu cokelat alias terlalu India dan tak sesuai standar Hollywood. Meskipun tersinggung, Chopra tetap masih semangat berkarier hingga dirinya berani bicara mengenai perbedaan pendapatan aktor-aktris Hollywood.

12 Oktober 2018, ‘GOOSEBUMPS: HAUNTED HALLOWEEN’ Rilis

Kamu yang besar sebagai generasi 90-an, tentu sangat mengenal novel-novel horor berseri karya R.L. Stine berjudul Goosebumps. Belasan tahun sejak dirilis dan menghantui banyak bocah-bocah remaja, Goosebumps pun diangkat ke layar lebar oleh sutradara Rob Letterman. Menggaet aktor yang kerap tampil kocak yakni Jack Black, GOOSEBUMPS pun sukses membawa nuansa nostalgia pada tahun 2015 kemarin dengan nyaris seluruh monster imajinasi Stine tampil ke bioskop.

 

Setelah menanti tiga tahun lamanya, Sony Pictures pun menjawab rasa kerinduan penggemar dengan memastikan perilisan GOOSEBUMPS: HAUNTED HALLOWEEN pada 12 Oktober 2018 ini. Belum banyak informasi yang beredar soal proyek sekuel ini karena memang sempat beberapa kali ganti judul. Kepastian yang ada hanyalah Ari Sandel akan duduk di bangku sutradara bersama Letterman. Selain itu, naskah sekuel ini masih juga ditulis oleh Darren Lemke yang pada GOOSEBUMPS: HAUNTED HALLOWEEN ikut dibantu oleh Rob Lieber.

 

Untuk jajaran pemain, Black tampak bakal kembali menjadi Stine seperti yang pernah dia ungkapkan pada awal Maret 2018 lalu kala syuting GOOSEBUMPS: HAUNTED HALLOWEEN. Sementara itu nama-nama lain yang bakal terlibat adalah aktor-aktris yang kerap tampil di proyek komedi seperti Madison Iseman, Ken Jeong, Chris Parnell, Wendi McLendon-Covey hingga Jeremy Ray Taylor.

 

Dengan plot cerita GOOSEBUMPS: HAUNTED HALLOWEEN yang masih ditutup, banyak penggemar menduga kalau sekuelnya ini tak akan berbeda jauh dari GOOSEBUMPS.

 

‘GOOSEBUMPS’ Film Menguntungkan

 

Sebelum memastikan judulnya sebagai GOOSEBUMPS: HAUNTED HALLOWEEN, proyek film horor-komedi ini memang sempat tampak galau dengan pemilihan judul. Setidaknya ada tiga kali pergantian judul yakni SLAPPY’S REVENGE, HORRORLAND hingga SLAPPY HALLOWEEN. Namun hal ini tak menutup semangat Sony Pictures untuk merilis sekuelnya karena memang film GOOSEBUMPS mendatangkan keuntungan.

 

Saat GOOSEBUMPS, budget yang digelontorkan adalah USD 84 juta dan keuntungan global yang didapat menyentuh USD 150,2 juta. Sekedar mengingatkan, kisah dalam GOOSEBUMPS menyorot pada remaja bernama Zach Cooper (Dylan Minnette) yang harus pindah dari kota besar ke kota kecil dan kemudian berjumpa dengan tetangganya yang cantik, Hannah Fairchild (Odeya Rush). Zach sangat terkejut karena Hannah adalah putri angkat R.L Stine (Jack Black) sang penulis novel laris Goosebumps. Zach kemudian tak sengaja melepaskan seluruh monster ciptaan Stine dan mereka bertiga pun harus memburu para monster untuk dikembalikan ke novel.

 

Penulis Goosebumps Gabung ke Marvel

 

Sementara itu tak lama setelah perilisan GOOSEBUMPS, Stine sempat mengejutkan penggemar komik. Karena novelis bergenre horor itu mengungkapkan bahwa dirinya terikat kontrak dengan perusahaan komik raksasa Amerika, Marvel. Huffington Post membeberkan kalau Stine akan menulis beberapa serial komik yang akan dirilis Marvel. Bertahun-tahun dikenal sebagai penulis novel, Stine rupanya sangat antusias menggarap komik.

 

Sebelum dikenal sebagai penulis novel horor, Stine sendiri sempat begitu produktif mengerjakan buku bergenre komedi. Bahkan dia mengakui kalau cerita horor yang ditulis selalu bisa membuatnya tertawa. Namun untuk proyeknya bersama Marvel, Stine memang dilarang membicarakannya. “Rasanya cukup aneh waktu aku menulis buku horor karena itu benar-benar tak membuatk takut. Contohnya saja, aku menulis adegan sedang menonton di bioskop raja poker lalu tiba-tiba hiu muncul dan memakan seorang gadis. Aku tidak menilai hal itu menyeramkan. Aku malah tertawa dan tak tahu kenapa begitu.”

Marquez Menyindir Rossi Setelah Insiden Kecelakaan MotoGP Spanyol

Perseteruan antara Marc Marquez dan Valentino Rossi disebut-sebut tak menemui titik akhir. Setelah beberapa waktu lalu ada insiden Marquez sengaja menabrak Rosssi, kali ini mereka berdua terlibat insiden lagi. Marquez disebut-sebut melontarkan sindirannya pada Rossi menanggapi adanya insiden kecelakaan yang terjadi pada hari Minggu (6/5) siang waktu setempat di Sirkuit Jerez, MotoGP Spanyol.

Tabrak Tiga Pebalap dalam MotoGP Spanyol

Marquez kembali lagi keluar sebagai pemenang pada ajang MotoGP Spanyol setelah kecelakaan yang mana dialami oleh Andrea Divizioso dan Jorge Lorenzo, pebalap Ducati, dan juga Dani Pedrosa, pebalap Repsol Honda.

Marquez yang memulai startnya di posisi kelima mampu meluncur ke posisi paling depan dengan menyalip Lorenzo. Kemudian mantan rekannya tersebut terjatuh pada sisa lima lap dan akhirnya bertabrakan dengan Pedrosa yang mana berusaha menyalip juga dari sisi dalam tikungan.

Divizioso pun terlempar dari lintasan setelah ia tersenggol motor Lorenzo. Ketiga pebalap tersebut akhirnya gagal finis karena adanya kerusakan yang cukup parah pada motor mereka. Yang menarik dari kejadian ini adalah ketiga pebalap tersebut saling memaafkan walaupun mesti menelan kekecewaan karena mengalami kecelakaan tersebut. Pihak pengawas balapan juga tak memberikan penalti pada mereka karena kejadian tersebut memang murni sebuah kecelakaan dan tidak sengaja.

Marquez yang pasalnya sangat brambisi mempertahankan gelarnya sebagai juara di musim ini juga mengaku bahwa ia kagum dengan ketiga pebalap tersebut. Baik Lorenzo, Divizioso, dan Pedrosa tak membesar-besarkan insiden judi online tersebut bahkan tidak menjadikannya sesuatu yang perlu diekspos oleh media.

“Apa yang terjadi di Jerez sekarang ini sebenarnya sama juga dengan apa yang terjadi saat (insiden kecelakaan) di (MotoGP) Argentina. Akan tetapi mereka (Lorenzo, Divizioso, dan Pedrosa) adalah lelaki sejati,” ungkapnya dilansir dari CNN Indonesia.

Sindir Rossi

Kemudian dari sini, Marquez langsung merujuk pada  kegegeran kasus kecelakaannya khususnya di media-media setelah kecelakaan yang terjadi di MotoGP Argentina, Sirkuit Termas de Rio Hondo. Pada saat itu Valentino Rossi pasalnya terjatuh karena ia ditabrak oleh pebalap yang dianggap Rossi memiliki gaya balapan yang sangat agresif tersebut.

The Doctor pada saat itu sangat geram dan akhirnya melontarkan kata-kata yang cukup bisa mengekspresikan kekesalannya dengan berbagai komentar yang menyerang Marquez. Sang rival akhirnya juga menyayangkan hal itu karena situasinya yang akhirnya memanas. “Ada momen dan momen yang panas lagi namun hari ini, tiga pebalap itu bisa menahan diri mereka sehingga balapan dunia (MotoGP) dapat berlangsung dengan lancar, ” katanya.

“Segala sesuatu yang terjadi memanglah seharusnya tetap terjadi hanya di dalam trek saja. Akan tetapi ada pebalap yang menggunakan kekuatan media dan hal ini tentu saja bukan lah hal yang bagus di dunia balapan,” imbuhnya yang seolah menyindir Valentino Rossi.

Walaupun ia tak menyebutkan nama pebalap di komentarnya, banyak pihak yang menganggap pernyataan Marquez dialamatkan pada Rossi.

Tidak mau ketinggalan, The Doctor juga ikut mengomentari kecelakan yang melibatkan tiga pebalap tersebut dengan Marquez. Ia malahan menyalahkan Pedrosa dan Lorenzo dalam insiden itu. “Saya melihat gambarnya, dan kesalahan memang di antara Lorenzo dan Pedrosa. Lorenzo tak bisa melihat ia (Pedrosa) di sana dan Lorenzo masih juga optimis bahwa ia bisa menyalip,” katanya dikutip dari CNN Indonesia.

Ia menilai bahwa Pedrosa juga tak menyadari bahwa Lorenzo kembali ke sisi dalam.

Ulasan Film 212 The Power of Love

Nampaknya euforia yang mana melingkupi film 212 The Power of Love sebelum film tersebut tayang sepertinya bisa dibilang berlebihan. Seperti yang diketahui film itu terinspirasi dari kisah nyata Aksi Bela Islam 212. Namun film yang terinspirasi dari kisah itu cuma menjadikan peristiwa Aksi Bela Islam tersebut sebagai latar dan terjebak saja di konflik karakter utamanya.

Karakter Utama 212 The Power of Love

Film tersebut pasalnya berpusat pada karakter Rahmat yang diperankan oleh Fauzi Baadila yang menjadi jurnalis majalah Republik yan tidak percaya pada ajaran agama. Karakternya di sana digambarkan sebagai sosk yang dingin serta idealis dan dicoba dibangun dengan kuat juga lewat fakta bahwasanya ia merupakan lulusan terbaik dari Universitas Harvard dan pengagum sosok Karl Marx.

Akan tetapi penggambaran bahwa karakter Rahmat setuju dengan pernyataan Marx yakni “agama adalah candu” nampaknya kurang dieksplorasi. Di Film itu ia hanya diperlihatkan sedang mencari wajah Marx lewat Google menggunakan komputer di kantornya. Argumennya pada rapat redaksi juga seakan-akan terpaksa dihubungkan dengan gagasan Marx.

Dari pengenalan karakter Rahmat sebagai seorang jurnalis terbaik di Indonesia di mana kantornya di Jakarta, akhirnya film ini mengantar para penontonya ke Ciamis yang merupakan kampung halaman Rahmat. Ia terpaksa harus pulang ke Ciamis karena ibunya meninggal. Padahal, ia sudah 10 tahun tak pulang dan menemui keluarganya dan ia juga  memiliki konflik dengan ayahnya.

Tak ayal, pertemuan Rahmat dengan ayahnya diwarnai dengan ketegangan terutama saat ia mendengar ayahnya akan ikut aksi 212 yang ada di Jakarta. Karena ayahnya sudah sakit-sakitan, ayahnya melarang. Namun ayahnya nekat jalan kaki dari Ciamis ke Jakarta untuk tetap ikut aksi tersebut.

Rahmat yang pada awalnya tak percaya pada agama pun akhirnya harus mau terjebak di aksi yang menuntut para penegak hukum memproses pejabat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta karena adanya kasus  penistaan agama itu. Ia ikut demi menjaga ayahnya dan membujuknya juga agar tak ikut aksi itu lebih dalam lagi.

Konflik Tak dikembangkan

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, sutradara film ini, Jastis Arimba, seolah hanya berputar pada konflik keluarga antara Rahmat dan juga keluarganya yang tidak kunjung usai. Aksi 212 yang mana menjadi judulnya malahan hanya menjadi latar dan penguat konfliknya sana yang sayang sekali tak sekaligus jadi solusi hubungan mereka berdua.

Film itu juga seolah tak berhasil menyampaikan pesan-pesannya. “The Power of Love” atau kekuatan cinta itu sendiri padahal dijadikan judul, namun  seakan dipaksakan masuk ke dalam film itu lewat satu karakter saja. Hasilnya adalah konflik yang berkepanjangan dan juga mudah sekali ditebak itu membuat film ini terasa seperti sinetron. Meskipun film tersebut tentunya sarat nilai baik nilai agama dan sosial, cinta serta keluarga.

Akan tetapi sayangnya Jastis yang mana dibantu oleh Ali Eunoia yang jadi penulis naskahnya, tak menggarap film ini dengan mulus dari segi tekniknya. Ada beberapa adegan percakapan yang amat terasa bahwa dialognya didubbing. Hal itu bisa terlihat dengan sangat jelas karena gerakan mulut dan suara tidak sesuai.

Sutradara juga terkesan kurang memperhatikan logika waktu dalam film itu. Ada satu buah adegan di mana Rahmat nonton berita di malam hari akan tetapi  laporan di TV malah siang padahal ada tulisan ‘live’ di atasnya.

Jelajahi Mars, NASA Siap Kirim Robot Mata-Mata Baru Yang Canggih

Sejauh ini yang diketahui manusia, Bumi adalah satu-satunya planet di alam semesta yang dihuni makhluk hidup. Namun hal itu tak membuat sekelompok manusia seperti Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) berdiam diri. Sebagai badan antariksa terhebat di dunia, NASA selalu melakukan ekspedisi luar angkasa untuk mencari kemungkinan planet lain yang bisa dihuni manusia. Salah satu planet yang jadi incaran adalah si planet merah, Mars.

 

Demi melihat kemungkinan itu, NASA pada hari Sabtu (5/5) kembali meluncurkan misi baru penjelajah Mars lewat Insight. Diluncurkan pada pukul 04.05 dini hari waktu Pasifik di Pangkalan Angkatan Udara Vanderberg, California, Amerika Serikat, Insight menumpang roket agen togel terpercaya Atlas V. Insight sendiri jadi misi kedua NASA mengirim robot mereka ke Mars setelah pada 2012 silam meluncurkan rover Curiosity.

 

Jika sesuai jadwal, Insight akan tiba di Mars pada 26 November 2018. Jika Curiosity menjelajahi permukaan Mars, Insight yang dibuat dengan biaya USD 993 juta (sekitar Rp 13 triliun) itu akan jadi ahli geologi dan menyelidiki bagian perut Mars. Untuk itulah Insight dibekali seismometer buatan Inggris karena ilmuwan NASA mencatat kalau ada gempa dan tanah longsor di Mars.

 

Sementara itu pada Juli 2020 nanti, NASA akan mengirimkan robot Mars 2020 yang bakal jadi mata-mata baru manusia Bumi. Robot beroda enam ini akan mengumpulkan contoh tanah dan batuan Mars. Dibandingkan kendaraan penjelajah ruang angkasa (rover) lainnya, Mars 2020 dibekali teknologi modern seperti 23 buah kamera canggih. Nantinya Mars 2020 akan bisa mengirim foto dan informasi dari Mars secara langsung dan bisa dinikmati di waktu yang sama oleh siapapun di Bumi.

 

Perjalanan ke Mars Bahaya Bagi Otak Manusia

 

Dengan berbagai misi yang sudah dikirimkan, problem terbesar adalah membawa manusia ke Mars dan memulangkannya lagi dengan selamat ke Bumi. Kendala terbesar jelas pada teknis dan tentunya keuangan. Meskipun begitu, Allison McIntyre selaku Kepala Pelatihan Astronot NASA berharap kalau manusia pertama yang bisa menjejakkan kaki di Mars adalah seorang perempuan. Karena memang 12 manusia yang menginjakkan kaki di bulan, semuanya adalah pria.

 

Namun dalam jurnal medis yang diterbitkan NASA pada November 2017 lalu, terungkap bahwa gaya gravitasi Mars yang kurang dari Bumi bisa berdampak buruk ke otak manusia. Kondisi yang disebut mikrogravitasi itu bisa membuat otak manusia bergeser ke atas dan terjepit di bagian atas tengkorak yang mampu menimbulkan tekanan pada daerah syaraf yang penting. Kedua bagian yang berpengaruh adalah Lobus Frontal dan Parietal yang bertanggung jawab mengendalikan gerakan tubuh dan fungsi penting lain yang berkaitan dengan perilaku pro-sosial.

 

Studi Baru Soal Mars Mulai Bulan – Danau Purba

 

Meskipun masih belum bisa dipastikan kapan manusia Bumi bisa ke Mars, para ilmuwan angkasa terus meneliti planet yang memiliki dua bulan bernama Phobos dan Deimos itu. Dalam jurnal Science Advances yang diterbitkan pertengahan April 2018, terungkap kalau kedua bulan Mars muncul setelah ada benda luar angkasa raksasa menabrak Mars, seperti dilansir The Independent. Teori ini membuat Badan Antariksa Jepang (MMX) berencana meluncurkan misi ke Phobos dan Deimos pada 2024.

 

Kemudian dalam jurnal Geology, terungkap pula bahwa Mars memiliki cekungan besar pada permukaannya yang disinyalir sebagai danau purba yang sudah mengering sejak miliaran tahun lalu karena atmosfer dan gravitasi Mars lebih rendah.