Month: August 2020

Kemenparekraf Ajak Para Pelaku Wisata Patuhi ‘Protokol Alam’

Dengan adanya pandemi corona ini, pariwisata ikut terdampak. Dan para pelaku usaha wisata di Indonesia sekarang ini diajak untuk memanfaatkan momentum penutupan hampir semua kawasan wisata karena pandemic ini guna mengevaluasi dan juga menata ulang bisnisnya termasuk mulai menerapkan konsep pariwisata berkelanjutan.

Para Pelaku Pariwisata diajak Tata Ulang Bisnisnya

Staf ahli Bidang Pembangunan Berkelanjutan dan Konservasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Frans Teguh, pasalnya mengatakan dalam keterangan resminya di Jakarta, Selasa (5/5), diperkirakan bakal terjadi sebuah kondisi new normal atau tren baru dalam dunia pariwisata. Menurut dirinya, wisatawan bakal lebih memperhatikan protocol-protokol dalam berwisata, khususnya yang terkait dengan kesehatan, kenyamanan, kelestarian alam dan keamanan.

“Hal-hal seperti ini bakal jadi platform kita ke depan, bagaimana pariwisata berkelanjutan ini jadi sebuah konsekuensi dari bagian pengembangan pariwisata,” ungkapnya.

Sebelumnya Frans sempat juga berbicara dalam ajang yang bertajuk Ngabuburit Pariwisata Nasional dengan tema Peran Sentral Sustainable Tourism pada Paradigma Baru Pariwisata Pasca COVID-19 yang mana digelar dengan cara dari pada hari Senin 04/05) kemarin.

 

Dalam acara itu turut hadir juga Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, ketua DPP GIPI Didien Djuanedy,  waketum GIPI yang mana menjadi anggota ISTC David Makes, dan Anggota Indonesia Sustainable Tourism Council (ISTC) M Baiquni. Di sana Frans menjelaskan bahwa dalam penerapan Tri wisata berkelanjutan telah terdapat pedoman-pedoman yang dikeluarkan oleh Global Sustainable Tourism Council.

 

Indonesia juga aktif berkoordinasi dengan UNWTO sampai dengan terbentuknya ISTC (Indonesia Sustainable Tourism Council). bahkan pemerintah juga sudah menyusun pedoman dalam penerapan pariwisata berkelanjutan yaitu melalui Pemenpar Nomor 14 tahun  2016 tentang Pedoman Destinasi Pariwisata Berkelanjutan.  Kemenparekraf juga sudah memiliki panduan sampai sertifikasi yang menolak bekerjasama dengan universitas.

 

Uaha tersebut bahkan diharapkan dapat menemukan lebih banyak lagi destinasi wisata yang fokus dan juga peduli lingkungan di Indonesia. Hal yang serupa juga dikatakan oleh David Makes. menurut dirinya pariwisata berkelanjutan bakal menjadi peluang yang sangat besar ke depan khususnya pascapandemi karena selain menjadi kebutuhan wisatawan dan dari segi investasi pun tidak terlalu besar.

 

Dirinya memberikan contoh sungai-sungai yang ada di Venesia, Italia yang biasanya dasar aliran sungai tak pernah terlihat Akan tetapi sekarang menjadi sangat penting dan banyak sekali kan bahkan juga lumba-lumba yang masuk ke dalam area Venesia. inilah yang mesti dikapitalisasi kedepannya. pendapat yang Senada juga diberikan oleh Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas dia mengatakan bahwa arah kebijakan pembangunan berkelanjutan jadi peluang besar dalam menyambut pariwisata pascapandemi.

 

Pemerintah Kabupaten Banyuwangi pasalnya sudah siap dan juga memiliki program pemulihan pariwisata yang mana salah satunya dengan pendekatan pariwisata yang berkelanjutan. “Nah, tinggal bagaimana konsentrasi daerah membuat regulasi nya. Misalnya, membuat para Bagaimana sawah tidak boleh dibangun, kemudian di sekitar bandara juga tidak boleh dibangun dan seterusnya,” ungkap Azwar Anas dilansir dari CNN Indonesia.

 

Pariwisata Indonesia diprediksi Akan Pulih Tahun 2021

Menyikapi apa yang sedang terjadi karena pandemi virus Corona dan berdampak pada pariwisata di Indonesia Menteri Pariwisata dan Ekonomi kreatif atau Menparekraf wishnutama mengakui bahwa tak mudah untuk mengembalikan kejayaan pariwisata togel online di Indonesia setelah pandemic virus Corona ini. akan tetapi hal itu bukan tak mungkin untuk dilakukan.

 

saat dirinya berbicara dalam rapat terbatas melalui konferensi video beberapa minggu yang lalu wishnutama memprediksi bahwa sektor pariwisata Indonesia bakal boleh di tahun 2020, itu itu pun dengan syarat normalnya konektivitas penerbangan. “ contohnya saja Garuda Indonesia. Sebelum amandemen yg bisa terbang 10 kali dalam sehari ke luar negeri,  setelah pandemi cuma bisa terbang dua kali sehari. Konektivitas penerbangan juga harus kembali normal,” ungkapnya dilansir dari CNN Indonesia.

 

“Pemulihan ini tak bisa langsung maksimal, harus pelan-pelan, makanya akan diproduksi tahun 2021.”