Author: sananda

12 Oktober 2018, ‘GOOSEBUMPS: HAUNTED HALLOWEEN’ Rilis

Kamu yang besar sebagai generasi 90-an, tentu sangat mengenal novel-novel horor berseri karya R.L. Stine berjudul Goosebumps. Belasan tahun sejak dirilis dan menghantui banyak bocah-bocah remaja, Goosebumps pun diangkat ke layar lebar oleh sutradara Rob Letterman. Menggaet aktor yang kerap tampil kocak yakni Jack Black, GOOSEBUMPS pun sukses membawa nuansa nostalgia pada tahun 2015 kemarin dengan nyaris seluruh monster imajinasi Stine tampil ke bioskop.

 

Setelah menanti tiga tahun lamanya, Sony Pictures pun menjawab rasa kerinduan penggemar dengan memastikan perilisan GOOSEBUMPS: HAUNTED HALLOWEEN pada 12 Oktober 2018 ini. Belum banyak informasi yang beredar soal proyek sekuel ini karena memang sempat beberapa kali ganti judul. Kepastian yang ada hanyalah Ari Sandel akan duduk di bangku sutradara bersama Letterman. Selain itu, naskah sekuel ini masih juga ditulis oleh Darren Lemke yang pada GOOSEBUMPS: HAUNTED HALLOWEEN ikut dibantu oleh Rob Lieber.

 

Untuk jajaran pemain, Black tampak bakal kembali menjadi Stine seperti yang pernah dia ungkapkan pada awal Maret 2018 lalu kala syuting GOOSEBUMPS: HAUNTED HALLOWEEN. Sementara itu nama-nama lain yang bakal terlibat adalah aktor-aktris yang kerap tampil di proyek komedi seperti Madison Iseman, Ken Jeong, Chris Parnell, Wendi McLendon-Covey hingga Jeremy Ray Taylor.

 

Dengan plot cerita GOOSEBUMPS: HAUNTED HALLOWEEN yang masih ditutup, banyak penggemar menduga kalau sekuelnya ini tak akan berbeda jauh dari GOOSEBUMPS.

 

‘GOOSEBUMPS’ Film Menguntungkan

 

Sebelum memastikan judulnya sebagai GOOSEBUMPS: HAUNTED HALLOWEEN, proyek film horor-komedi ini memang sempat tampak galau dengan pemilihan judul. Setidaknya ada tiga kali pergantian judul yakni SLAPPY’S REVENGE, HORRORLAND hingga SLAPPY HALLOWEEN. Namun hal ini tak menutup semangat Sony Pictures untuk merilis sekuelnya karena memang film GOOSEBUMPS mendatangkan keuntungan.

 

Saat GOOSEBUMPS, budget yang digelontorkan adalah USD 84 juta dan keuntungan global yang didapat menyentuh USD 150,2 juta. Sekedar mengingatkan, kisah dalam GOOSEBUMPS menyorot pada remaja bernama Zach Cooper (Dylan Minnette) yang harus pindah dari kota besar ke kota kecil dan kemudian berjumpa dengan tetangganya yang cantik, Hannah Fairchild (Odeya Rush). Zach sangat terkejut karena Hannah adalah putri angkat R.L Stine (Jack Black) sang penulis novel laris Goosebumps. Zach kemudian tak sengaja melepaskan seluruh monster ciptaan Stine dan mereka bertiga pun harus memburu para monster untuk dikembalikan ke novel.

 

Penulis Goosebumps Gabung ke Marvel

 

Sementara itu tak lama setelah perilisan GOOSEBUMPS, Stine sempat mengejutkan penggemar komik. Karena novelis bergenre horor itu mengungkapkan bahwa dirinya terikat kontrak dengan perusahaan komik raksasa Amerika, Marvel. Huffington Post membeberkan kalau Stine akan menulis beberapa serial komik yang akan dirilis Marvel. Bertahun-tahun dikenal sebagai penulis novel, Stine rupanya sangat antusias menggarap komik.

 

Sebelum dikenal sebagai penulis novel horor, Stine sendiri sempat begitu produktif mengerjakan buku bergenre komedi. Bahkan dia mengakui kalau cerita horor yang ditulis selalu bisa membuatnya tertawa. Namun untuk proyeknya bersama Marvel, Stine memang dilarang membicarakannya. “Rasanya cukup aneh waktu aku menulis buku horor karena itu benar-benar tak membuatk takut. Contohnya saja, aku menulis adegan sedang menonton di bioskop raja poker lalu tiba-tiba hiu muncul dan memakan seorang gadis. Aku tidak menilai hal itu menyeramkan. Aku malah tertawa dan tak tahu kenapa begitu.”

Marquez Menyindir Rossi Setelah Insiden Kecelakaan MotoGP Spanyol

Perseteruan antara Marc Marquez dan Valentino Rossi disebut-sebut tak menemui titik akhir. Setelah beberapa waktu lalu ada insiden Marquez sengaja menabrak Rosssi, kali ini mereka berdua terlibat insiden lagi. Marquez disebut-sebut melontarkan sindirannya pada Rossi menanggapi adanya insiden kecelakaan yang terjadi pada hari Minggu (6/5) siang waktu setempat di Sirkuit Jerez, MotoGP Spanyol.

Tabrak Tiga Pebalap dalam MotoGP Spanyol

Marquez kembali lagi keluar sebagai pemenang pada ajang MotoGP Spanyol setelah kecelakaan yang mana dialami oleh Andrea Divizioso dan Jorge Lorenzo, pebalap Ducati, dan juga Dani Pedrosa, pebalap Repsol Honda.

Marquez yang memulai startnya di posisi kelima mampu meluncur ke posisi paling depan dengan menyalip Lorenzo. Kemudian mantan rekannya tersebut terjatuh pada sisa lima lap dan akhirnya bertabrakan dengan Pedrosa yang mana berusaha menyalip juga dari sisi dalam tikungan.

Divizioso pun terlempar dari lintasan setelah ia tersenggol motor Lorenzo. Ketiga pebalap tersebut akhirnya gagal finis karena adanya kerusakan yang cukup parah pada motor mereka. Yang menarik dari kejadian ini adalah ketiga pebalap tersebut saling memaafkan walaupun mesti menelan kekecewaan karena mengalami kecelakaan tersebut. Pihak pengawas balapan juga tak memberikan penalti pada mereka karena kejadian tersebut memang murni sebuah kecelakaan dan tidak sengaja.

Marquez yang pasalnya sangat brambisi mempertahankan gelarnya sebagai juara di musim ini juga mengaku bahwa ia kagum dengan ketiga pebalap tersebut. Baik Lorenzo, Divizioso, dan Pedrosa tak membesar-besarkan insiden judi online tersebut bahkan tidak menjadikannya sesuatu yang perlu diekspos oleh media.

“Apa yang terjadi di Jerez sekarang ini sebenarnya sama juga dengan apa yang terjadi saat (insiden kecelakaan) di (MotoGP) Argentina. Akan tetapi mereka (Lorenzo, Divizioso, dan Pedrosa) adalah lelaki sejati,” ungkapnya dilansir dari CNN Indonesia.

Sindir Rossi

Kemudian dari sini, Marquez langsung merujuk pada  kegegeran kasus kecelakaannya khususnya di media-media setelah kecelakaan yang terjadi di MotoGP Argentina, Sirkuit Termas de Rio Hondo. Pada saat itu Valentino Rossi pasalnya terjatuh karena ia ditabrak oleh pebalap yang dianggap Rossi memiliki gaya balapan yang sangat agresif tersebut.

The Doctor pada saat itu sangat geram dan akhirnya melontarkan kata-kata yang cukup bisa mengekspresikan kekesalannya dengan berbagai komentar yang menyerang Marquez. Sang rival akhirnya juga menyayangkan hal itu karena situasinya yang akhirnya memanas. “Ada momen dan momen yang panas lagi namun hari ini, tiga pebalap itu bisa menahan diri mereka sehingga balapan dunia (MotoGP) dapat berlangsung dengan lancar, ” katanya.

“Segala sesuatu yang terjadi memanglah seharusnya tetap terjadi hanya di dalam trek saja. Akan tetapi ada pebalap yang menggunakan kekuatan media dan hal ini tentu saja bukan lah hal yang bagus di dunia balapan,” imbuhnya yang seolah menyindir Valentino Rossi.

Walaupun ia tak menyebutkan nama pebalap di komentarnya, banyak pihak yang menganggap pernyataan Marquez dialamatkan pada Rossi.

Tidak mau ketinggalan, The Doctor juga ikut mengomentari kecelakan yang melibatkan tiga pebalap tersebut dengan Marquez. Ia malahan menyalahkan Pedrosa dan Lorenzo dalam insiden itu. “Saya melihat gambarnya, dan kesalahan memang di antara Lorenzo dan Pedrosa. Lorenzo tak bisa melihat ia (Pedrosa) di sana dan Lorenzo masih juga optimis bahwa ia bisa menyalip,” katanya dikutip dari CNN Indonesia.

Ia menilai bahwa Pedrosa juga tak menyadari bahwa Lorenzo kembali ke sisi dalam.

Ulasan Film 212 The Power of Love

Nampaknya euforia yang mana melingkupi film 212 The Power of Love sebelum film tersebut tayang sepertinya bisa dibilang berlebihan. Seperti yang diketahui film itu terinspirasi dari kisah nyata Aksi Bela Islam 212. Namun film yang terinspirasi dari kisah itu cuma menjadikan peristiwa Aksi Bela Islam tersebut sebagai latar dan terjebak saja di konflik karakter utamanya.

Karakter Utama 212 The Power of Love

Film tersebut pasalnya berpusat pada karakter Rahmat yang diperankan oleh Fauzi Baadila yang menjadi jurnalis majalah Republik yan tidak percaya pada ajaran agama. Karakternya di sana digambarkan sebagai sosk yang dingin serta idealis dan dicoba dibangun dengan kuat juga lewat fakta bahwasanya ia merupakan lulusan terbaik dari Universitas Harvard dan pengagum sosok Karl Marx.

Akan tetapi penggambaran bahwa karakter Rahmat setuju dengan pernyataan Marx yakni “agama adalah candu” nampaknya kurang dieksplorasi. Di Film itu ia hanya diperlihatkan sedang mencari wajah Marx lewat Google menggunakan komputer di kantornya. Argumennya pada rapat redaksi juga seakan-akan terpaksa dihubungkan dengan gagasan Marx.

Dari pengenalan karakter Rahmat sebagai seorang jurnalis terbaik di Indonesia di mana kantornya di Jakarta, akhirnya film ini mengantar para penontonya ke Ciamis yang merupakan kampung halaman Rahmat. Ia terpaksa harus pulang ke Ciamis karena ibunya meninggal. Padahal, ia sudah 10 tahun tak pulang dan menemui keluarganya dan ia juga  memiliki konflik dengan ayahnya.

Tak ayal, pertemuan Rahmat dengan ayahnya diwarnai dengan ketegangan terutama saat ia mendengar ayahnya akan ikut aksi 212 yang ada di Jakarta. Karena ayahnya sudah sakit-sakitan, ayahnya melarang. Namun ayahnya nekat jalan kaki dari Ciamis ke Jakarta untuk tetap ikut aksi tersebut.

Rahmat yang pada awalnya tak percaya pada agama pun akhirnya harus mau terjebak di aksi yang menuntut para penegak hukum memproses pejabat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta karena adanya kasus  penistaan agama itu. Ia ikut demi menjaga ayahnya dan membujuknya juga agar tak ikut aksi itu lebih dalam lagi.

Konflik Tak dikembangkan

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, sutradara film ini, Jastis Arimba, seolah hanya berputar pada konflik keluarga antara Rahmat dan juga keluarganya yang tidak kunjung usai. Aksi 212 yang mana menjadi judulnya malahan hanya menjadi latar dan penguat konfliknya sana yang sayang sekali tak sekaligus jadi solusi hubungan mereka berdua.

Film itu juga seolah tak berhasil menyampaikan pesan-pesannya. “The Power of Love” atau kekuatan cinta itu sendiri padahal dijadikan judul, namun  seakan dipaksakan masuk ke dalam film itu lewat satu karakter saja. Hasilnya adalah konflik yang berkepanjangan dan juga mudah sekali ditebak itu membuat film ini terasa seperti sinetron. Meskipun film tersebut tentunya sarat nilai baik nilai agama dan sosial, cinta serta keluarga.

Akan tetapi sayangnya Jastis yang mana dibantu oleh Ali Eunoia yang jadi penulis naskahnya, tak menggarap film ini dengan mulus dari segi tekniknya. Ada beberapa adegan percakapan yang amat terasa bahwa dialognya didubbing. Hal itu bisa terlihat dengan sangat jelas karena gerakan mulut dan suara tidak sesuai.

Sutradara juga terkesan kurang memperhatikan logika waktu dalam film itu. Ada satu buah adegan di mana Rahmat nonton berita di malam hari akan tetapi  laporan di TV malah siang padahal ada tulisan ‘live‘ di atasnya.

Jelajahi Mars, NASA Siap Kirim Robot Mata-Mata Baru Yang Canggih

Sejauh ini yang diketahui manusia, Bumi adalah satu-satunya planet di alam semesta yang dihuni makhluk hidup. Namun hal itu membuat manusia seperti Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) berdiam diri. Sebagai antariksa terhebat di dunia, NASA selalu melakukan ekspedisi luar angkasa untuk mencari peluang lain yang bisa dihuni manusia. Salah satu planet yang jadi incaran adalah si planet merah, Mars.

 

Demi melihat rilis itu, NASA pada hari Sabtu (5/5) kembali meluncurkan misi baru penjelajah Mars lewat Insight. Diluncurkan pada pukul 04.05 dini hari waktu Pasifik di Pangkalan Angkatan Udara Vanderberg, California, Amerika Serikat, Insight menumpang roket agensi togel terpercaya Atlas V. Insight sendiri sehingga misi kedua NASA membeli robot mereka ke Mars setelah pada 2012 lalu meluncurkan rover Curiosity.

 

Jika sesuai jadwal, Insight akan tiba di Mars pada 26 November 2018. Jika Keingintahuan menelusuri permukaan Mars, Insight yang dibuat dengan biaya USD 993 juta (sekitar Rp 13 triliun) itu akan membuat ahli geologi dan mencari bagian perut Mars. Untuk mengetahui Insight yang dibekali seismometer buatan Inggris karena NASA mengoreksi jika ada gempa dan tanah longsor di Mars.

 

Sementara itu pada Juli 2020 nanti, NASA akan mengirimkan robot Mars 2020 yang akan dibuat mata-mata baru manusia Bumi. Robot beroda enam ini akan mengumpulkan contoh tanah dan rok Mars. Dibandingkan kendaraan penjelajah ruang angkasa (rover) lainnya, Mars 2020 dibekali teknologi modern seperti 23 buah kamera canggih. Nantinya Mars 2020 akan dapat mengirim foto dan informasi dari Mars secara langsung dan dapat diterima di waktu yang sama dengan dikeluarkan di Bumi.

 

Perjalanan ke Mars Bahaya Bagi Otak Manusia

 

Dengan berbagai misi yang telah dikirim, masalah terbesar adalah membawa manusia ke Mars dan memulangkannya lagi dengan selamat ke Bumi. Kendala terbesar jelas pada masalah teknis dan keuangan. Meski begitu, Allison McIntyre selaku Kepala Pelatihan Astronot NASA berharap jika manusia pertama yang bisa menjejakkan kaki di Mars adalah perempuan. Karena memang 12 manusia yang menginjakkan kaki di bulan, semuanya adalah pria.

 

Namun dalam jurnal medis yang diterbitkan NASA pada November 2017 yang lalu, terungkap bahwa gaya Mars yang kurang dari Bumi dapat berdampak buruk pada otak manusia. Kondisi yang disebut mikrogravitasi itu bisa membuat otak manusia bergeser ke atas dan terjepit di bagian atas tengkorak yang mampu menimbulkan tekanan pada daerah syaraf yang penting. Bagian kedua yang mendukung adalah Lobus Frontal dan Parietal yang bertanggung jawab mengendalikan gerakan tubuh dan penting lainnya yang terkait dengan pro-sosial.

 

Studi Baru Soal Mars Mulai Bulan – Danau Purba

 

Meskipun masih belum dapat memastikan kapan saja manusia bisa menuju Mars, para ilmuwan terus memperbaharui planet yang memiliki dua bulan bernama Phobos dan Deimos itu. Dalam jurnal Science Kemajuan yang diterbitkan pertengahan April 2018, terungkap jika dua bulan Mars muncul setelah ada benda luar angkasa raksasa menabrak Mars, seperti dilansir The Independent. Teori ini membuat Badan Antariksa Jepang (MMX) berencana meluncurkan misi ke Phobos dan Deimos pada 2024.

 

Kemudian dalam jurnal Geologi, terungkap pula bahwa Mars memiliki cekungan besar pada permukaannya yang disinyalir sebagai danau purba yang telah mengering sejak miliaran tahun lalu karena atmosfer dan perubahan Mars lebih rendah.

« Previous Page