Category: MANCANEGARA

Militan Gaza dan Israel Gencatan Senjata Usai Bentrok

Deskripsi singkat: Indonesia dan PBB mengecam adanya bentrok antara Militan Gaza dan Israel yang akhirnya mau melakukan gencatan senjata di awal Ramadhan ini.

Militan Gaza dan Israel Gencatan Senjata Usai Bentrok

Angkatan bersenjata Israel dan juga militant Palestina yang ada di Jalur Gaza sepakat untuk melakukan gencatan senjata. Kesepakatan tersebut dibuat setelah kedua belah pihak saling terlibat serang sampai akhirnya 23 jiwa melayang.

Gencatan Senjata Usai Makan 23 Korban

Kabar gencatan senjata tersebut, dilansir dari CNN Indonesia, dilaporkan akan dimulai hari ini, Senin (6/5). Perundingan kedua belah pihak ini terjadi tengahi oleh Mesir. “Gencatan senjata bakal dimulai berlaku pada hari Senin (6/5) mulai jam 04.30 (waktu setempat),” ungkap sumber seorang pejabat Palestina.

Bentrokan yang terjadi antara militan yang ada di Jalur Gaza, Palestina dan juga milter Israel di awal Ramadhan tahun ini pasalnya membuat khawatir karena dapat menjurus kepada perang besar layaknya yang terjadi 5 tahun silam. Indonesia yang berdiri sebagai pendukung perdamaian antara kedua belah pihak tersebut mengecam dan juga mendesak agar tindakan saling serang bisa segera diakhiri.

Satu suara dengan Indonesia, Antonio Guterres, Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pun ikut mengecam konflik yang mana kembali memanas di Jalur Gaza ini. Ia meminta pada semua pihak supaya berhenti menyerang dan juga mengembalikan langkah meredakan ketegangan dan menahan diri. Akibat dari bentrokan ini, Israel sempat menutup perbatasan dan juga melarang pengiriman bantuan ke Jalur Gaza yaitu seperti bahan bakar yang berasal dari Qatar untuk pembangkit listrik tenaga diesel. Apabila pasokan bahan bakar langka, dikhawatirkan akan memicu lagi krisis listrik di Jalur Gaza.

Pemimpin Partai Politik dan juga milisi yang menguasai Jalur Gaza, Ismail Haniyah, mengatakan bahwa ia dan anggotanya togel singapura tak berminat memulai peperangan baru lagi dengan Israel. Ia juga menyatakan bakal meminta anak buahnya supaya menghentikan serangan dan juga meredakan ketegangan hanya apabila Israel menghentikan serangannya juga.

Indonesia dan PBB Kecam Bentrokan di awal Ramadhan

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, Indonesia dan PBB sangat menyayangkan bentrokan ini dan mengecamnya. “Indonesia mengecam keras aksi kekerasan pada warga Palestina di Jalur Gaza,” demikian lah apa yang disampaikan oleh Kementerian Luar Negeri, lewat akun Twitternya, seperti dilansir dari CNN Indonesia, hari Senin (6/5) ini.

“Kekerasan-kekerasan seperti ini terjadi akibat berlanjutnya pendudukan illegal Israel di wilayah Palestina yang sudah memakan korban jiwa dan juga kesengsaraan bagi penduduk sipil Palestina,” lanjut pernyataan dari Kemlu itu.

Antonio Guterres pun juga mengecam konflik yang kembali lagi memanas di Jalur Gaza ini.

Konflik kali ini dilaporkan telah mereda dengan bantuan mediasi dari PBB dan Mesir. Hamas dan juga Israel telah tiga kali terlibat perang sejak mereka menguasai Jalur Gaza pada tahun 2007 silam. Dalam bentrokan pekan lalu saja sudah 23 orang yang tewas.

Menurut Kementerian Kesehatan Palestina, di antara para korban yang tewas itu ada seorang ibu hamil dan juga bayi yang usianya baru 4 bulan. Saat dikonfirmasi, Angkatan Bersenjata Israel pasalnya menolak untuk memberikan komentarnya.

Sembilan warga Palestina yang lainnya yang juga tewas dalam bentrokan tersebut diyakini sebagai anggota Hamas atau Jihad Islam. Mereka pasalnya menggelar serangan roket dan juga melepaskan sebuah peluru kendali anti-tank kea rah Israel. Lalu Israel membalasnya dengan melayangkan serangan udara ke Jalur Gaza. Mereka juga mengklaim akan menargetkan markas aparat keamanan di wilayah tersebut. Diharapkan dengan mediasi yang sudah diadakan, serangan-serangan sudah tak lagi ada.

Mendagri Jerman Mundur Karena Tak Sependapat soal Kebijakan Imigran Merkel

Pemerintah koalisi dari Angela Merkel pasalnya terancam sesudah menteri dalam negerinya diberitakan mundur karena tak sepaham dengan kebijakan imigran yang mana diambil oleh kanselir Jerman tersebut.

Lebih Baik Mundur

Dilansir dari CNN Indonesia, Horst Seehofer sendiri menyampaikan niatannya untuk mengundurkan diri sebagai Ketua Partai Konservatif Bavaria CSU dan juga menteri dalam negeri dengan alasannya yakni ‘tak punya dukungan.’ Niat tersebut disampaikan oleh Seehofer pada sejumlah pimpinan partainya.

Akan tetapi Ketua Fraksi CSU yang ada di parlemen, yakni Alexander Dobrint, pasalnya ‘menolak pengunduran diri dari Seehofer.’ Ketidakjelasan yang datang dari kubu Bavaria juga memicu kekhawatiran tentang masa depan koalisi pemerintahan Merkel CDU-CSU dan juga Partai Sosial Demokraktik (SPD).

Apabila Seehofer benar-benar mengundurkan diri dari jabatannya, CSU dapat menawarkan mendagri yang baru supaya tetap terikat di aliansi dengan partai CDU milik Merkel. Akan tetapi bila tidak, maka kemitraan kedua partai yang mana sudah berlangsung selama beberapa dekade bakal hancur dan bisa menyebabkan Merkel kehilangan mayoritasnya di parlemen. Hal tersebut bakal menyeret Jerman juga pada masalah krisis politik.

Supaya bisa bertahan, Merkel sebenarnya bisa mengupayakan pemerintah minoritas, mencari mitra koalisi yang baru dengan cara menggandeng pro-lingkungan Partai Hijau, atau juga pro-bisnis Demokrat Bebas atau juga mengatur mosi tidak percaya pada Parlemen guna memicu pemilihan umum yang baru.

Adapun CDU sendiri, yakni partai Merkel, tak memberikan alternatif solusi lainnya untuk masalah imigran bagi CSU, apakah misalnya berupaya menggalang Eropa supaya memberikan solusi untuk bisa memangkas jumlah migran ataupun mengambil tindakan nasional Jerman secara sepihak saja.

Annegret Kramp-Karrenbauer, selaku Sekretaris Jenderal CDU,  menyatakan bahwa pemimpin-pemimpin partai ‘bersatu’ untuk mendukung ‘solusi yang paling efektif dan juga manusiawi bersama dengan mitra Eropa kamu’ tentang masalah imigran.

Bisa Picu Krisis di Politik Barat

Seperti yang sudah diketahui bahwa migrasi adalah isu yang sudah lama mendominasi perdebatan politik di negara Barat dan juga bisa memecah negara-negara di sana.

Angela Merkel yang bersama dengan koalisinya yang mana rentan, berharap dapat mengatasi gelombang sikap anti-imigran tanpa harus kehilangan banyak pengaruh karena sikap ini.

Pemerintah koalisi baru antara Italia dan Austria membawa suara anti-imigrasi yang mana terpinggirkan ke tengah panggung kekuasaan.

Australia juga tak lepas dari isu ini. Mereka dikritik habis-habisan karena kebijakan menahan pencari suaka yang mana tiba dari laut di tempat penampungan bandar togel terpercaya yang ada di Papua Nugini dan Nauru. Di tengah situasi yang seperti ini, pertikaian politik yang berlangsung antar negara-negara Barat malah dipertajam dengan perdebatan yang ada di dunia maya yang mana diduga dihembuskan oleh propaganda dari Rusia.

Di balik upaya memenangkan pemilu dan juga penyebaran informasi salah yang mana sengaja dihembuskan ini, ternyata memang ada tren nyata yang mana memiliki konsekuensi kemanusiaan serta politik. Jumlah imigran sendiri pasalnya masih berada di angka yang tinggi. PBB sendiri memperkirakan potensi pengungsi dan juga migran di seluruh dunia mencapai jumlah 65 juta orang.

Filippo Grandi, Komisaris PBB urusan Pengungsi mengatakan bahwa masalah ini mesti diatasi dengan solusi yang sifatnya global, namun situasi yang sekarang ada lebih ke sikap yang nasionalis.

Warga Jerman khususnya secara luas masih memiliki pandangan pro-Eropa, akan tetapi mereka masih berusaha untuk menerima langkah Merkel guna menerima lebih dari 1 juta pencari suaka di tahun 2015.