Category: NASA

Jelajahi Mars, NASA Siap Kirim Robot Mata-Mata Baru Yang Canggih

Sejauh ini yang diketahui manusia, Bumi adalah satu-satunya planet di alam semesta yang dihuni makhluk hidup. Namun hal itu membuat manusia seperti Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) berdiam diri. Sebagai antariksa terhebat di dunia, NASA selalu melakukan ekspedisi luar angkasa untuk mencari peluang lain yang bisa dihuni manusia. Salah satu planet yang jadi incaran adalah si planet merah, Mars.

 

Demi melihat rilis itu, NASA pada hari Sabtu (5/5) kembali meluncurkan misi baru penjelajah Mars lewat Insight. Diluncurkan pada pukul 04.05 dini hari waktu Pasifik di Pangkalan Angkatan Udara Vanderberg, California, Amerika Serikat, Insight menumpang roket agensi togel terpercaya Atlas V. Insight sendiri sehingga misi kedua NASA membeli robot mereka ke Mars setelah pada 2012 lalu meluncurkan rover Curiosity.

 

Jika sesuai jadwal, Insight akan tiba di Mars pada 26 November 2018. Jika Keingintahuan menelusuri permukaan Mars, Insight yang dibuat dengan biaya USD 993 juta (sekitar Rp 13 triliun) itu akan membuat ahli geologi dan mencari bagian perut Mars. Untuk mengetahui Insight yang dibekali seismometer buatan Inggris karena NASA mengoreksi jika ada gempa dan tanah longsor di Mars.

 

Sementara itu pada Juli 2020 nanti, NASA akan mengirimkan robot Mars 2020 yang akan dibuat mata-mata baru manusia Bumi. Robot beroda enam ini akan mengumpulkan contoh tanah dan rok Mars. Dibandingkan kendaraan penjelajah ruang angkasa (rover) lainnya, Mars 2020 dibekali teknologi modern seperti 23 buah kamera canggih. Nantinya Mars 2020 akan dapat mengirim foto dan informasi dari Mars secara langsung dan dapat diterima di waktu yang sama dengan dikeluarkan di Bumi.

 

Perjalanan ke Mars Bahaya Bagi Otak Manusia

 

Dengan berbagai misi yang telah dikirim, masalah terbesar adalah membawa manusia ke Mars dan memulangkannya lagi dengan selamat ke Bumi. Kendala terbesar jelas pada masalah teknis dan keuangan. Meski begitu, Allison McIntyre selaku Kepala Pelatihan Astronot NASA berharap jika manusia pertama yang bisa menjejakkan kaki di Mars adalah perempuan. Karena memang 12 manusia yang menginjakkan kaki di bulan, semuanya adalah pria.

 

Namun dalam jurnal medis yang diterbitkan NASA pada November 2017 yang lalu, terungkap bahwa gaya Mars yang kurang dari Bumi dapat berdampak buruk pada otak manusia. Kondisi yang disebut mikrogravitasi itu bisa membuat otak manusia bergeser ke atas dan terjepit di bagian atas tengkorak yang mampu menimbulkan tekanan pada daerah syaraf yang penting. Bagian kedua yang mendukung adalah Lobus Frontal dan Parietal yang bertanggung jawab mengendalikan gerakan tubuh dan penting lainnya yang terkait dengan pro-sosial.

 

Studi Baru Soal Mars Mulai Bulan – Danau Purba

 

Meskipun masih belum dapat memastikan kapan saja manusia bisa menuju Mars, para ilmuwan terus memperbaharui planet yang memiliki dua bulan bernama Phobos dan Deimos itu. Dalam jurnal Science Kemajuan yang diterbitkan pertengahan April 2018, terungkap jika dua bulan Mars muncul setelah ada benda luar angkasa raksasa menabrak Mars, seperti dilansir The Independent. Teori ini membuat Badan Antariksa Jepang (MMX) berencana meluncurkan misi ke Phobos dan Deimos pada 2024.

 

Kemudian dalam jurnal Geologi, terungkap pula bahwa Mars memiliki cekungan besar pada permukaannya yang disinyalir sebagai danau purba yang telah mengering sejak miliaran tahun lalu karena atmosfer dan perubahan Mars lebih rendah.