Lagi-Lagi, Trump Batalkan Pertemuan Dengan Kim Jong Un

Amerika Serikat dan Korea Utara memang mengalami perang dingin. Bahkan kedua pemimpin mereka, Donald Trump dan Kim Jong Un masih tarik ulur mengenai pertemuan mereka. Sudah lama tak sejalan, publik dunia begitu menantikan kapan akhirnya Trump bersedia berjumpa dengan Jong Un. Hingga akhirnya peluang pertemuan itu muncul pada 8 Maret 2018.

 

Saat itu di Gedung Putih, Trump menyebutkan kalau Korea Selatan akan melakukan tindakan besar di mana pejabat senior mereka memberanikan diri ke Pyongyang untuk menemui sang Pemimpin Tertinggi Korut. Pertemuan itu akhirnya bermuara pada perjumpaan Jong Un dengan Presiden Korsel Moon Jae In di perbatasan desa perdamaian Panmunjom untuk pertama kalinya. Hal inipun membuncahkan asa bahwa Trump akan berjumpa dengan Jong Un pada akhirnya.

 

Teka-teki pun terungkap pada 10 Mei 2018 bahwa Trump yang bersedia bertemu dengan Jong Un di Singapura pada 12 Juni 2018. Namun kemudian Korut keberatan atas latihan militer Korsel dengan AS yang membuat Trump sendiri membatalkan pertemuannya dengan Jong Un hari Kamis (24/5) kemarin. Lewat sebuah surat, Trump menyebut bahwa pertemuannya dengan Jong Un tak pantas terjadi karena Korut masih memiliki amarah dan permusuhan.

 

Dalam wawancaranya dengan Fox News, Mike Pence selaku Wapres AS mengingatkan Jong Un agar tidak mempermainkan AS jelang pertemuannya dengan Trump. Hal ini langsung membuat Korut murka dan balik menyebut pendapat Pence itu sebagai ungkapan orang bodoh. Choe Son Hui selaku Wamenlu Korut menegaskan kalau negaranya tak akan mau berunding dengan AS dalam situasi penuh tekanan. Namun tiba-tiba pada Jumat (25/5), Trump malah menyatakan siap bertemu dengan Jong Un kembali.

 

Pembatalan Trump Picu Konflik AS-Korut

 

Aksi plin-plan Trump ini jelas memicu reaksi global. Bahkan di internet, surat pembatalan yang dikirim kepada Korut langsung menjadi bahan olokan warganet. Pembatalan Trump itu dianggap Ned Price selaku mantan anggota CIA sebagai jalur cepat menuju konflik kedua negara, bukannya perdamaian. Meskipun masih berharap bisa bertemu Jong Un, dalam suratnya itu Trump lagi-lagi menyinggung jika cadangan nuklir AS lebih besar daripada Korut.

 

Di saat pertemuannya dengan Trump belum jelas, Jong Un justru memilih menemui Jae In pada Sabtu (26/5) kemarin. Pertemuan dadakan itu terjadi selama dua jam di desa Panmunjom, lokasi yang sama seperti saat mereka sepakat denuklirisasi Semenanjung Korea bulan April lalu, seperti dilansir AFP.

 

Trump Tak Suka Jong Un Temui Xi Jinping

 

Pembatalan pertemuan itu akhirnya membuat China angkat bicara. Lu Kang selaku Jubir Kemenlu China meminta kedua negara menahan diri dan tetap berdialog dengan niat baik. Kang sekali lagi membantah tudingan jika China punya motif tersembunyi atas membaiknya hubungan AS-Korut karena China berkomitmen mendukung pelucutan senjata nuklir di Semenanjung Korea.

 

Trump sendiri sempat kecewa saat Jong Un bertemu Presiden China Xi Jinping untuk kedua kalinya pada 8 Mei 2018. Trump menilai sikap Jong Un berubah setelah bertemu Jinping. Meskipun demikian Trump berharap bahwa dugaannya keliru karena AS memiliki hubungan togel hongkong yang cukup baik dengan China, seperti dilansir CNN.

 

Atas tudingan Trump itu, China membantah bahwa mereka memanfaatkan isu Korut sebagai nilai tawar atas hubungan perdagangannya dengan AS. Malahan China menyambut baik langkah Korut yang menghancurkan fasilitas nuklirnya di Punggye-ri, provinsi Hamgyong Utara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *