Mendagri Jerman Mundur Karena Tak Sependapat soal Kebijakan Imigran Merkel

Pemerintah koalisi dari Angela Merkel pasalnya terancam sesudah menteri dalam negerinya diberitakan mundur karena tak sepaham dengan kebijakan imigran yang mana diambil oleh kanselir Jerman tersebut.

Lebih Baik Mundur

Dilansir dari CNN Indonesia, Horst Seehofer sendiri menyampaikan niatannya untuk mengundurkan diri sebagai Ketua Partai Konservatif Bavaria CSU dan juga menteri dalam negeri dengan alasannya yakni ‘tak punya dukungan.’ Niat tersebut disampaikan oleh Seehofer pada sejumlah pimpinan partainya.

Akan tetapi Ketua Fraksi CSU yang ada di parlemen, yakni Alexander Dobrint, pasalnya ‘menolak pengunduran diri dari Seehofer.’ Ketidakjelasan yang datang dari kubu Bavaria juga memicu kekhawatiran tentang masa depan koalisi pemerintahan Merkel CDU-CSU dan juga Partai Sosial Demokraktik (SPD).

Apabila Seehofer benar-benar mengundurkan diri dari jabatannya, CSU dapat menawarkan mendagri yang baru supaya tetap terikat di aliansi dengan partai CDU milik Merkel. Akan tetapi bila tidak, maka kemitraan kedua partai yang mana sudah berlangsung selama beberapa dekade bakal hancur dan bisa menyebabkan Merkel kehilangan mayoritasnya di parlemen. Hal tersebut bakal menyeret Jerman juga pada masalah krisis politik.

Supaya bisa bertahan, Merkel sebenarnya bisa mengupayakan pemerintah minoritas, mencari mitra koalisi yang baru dengan cara menggandeng pro-lingkungan Partai Hijau, atau juga pro-bisnis Demokrat Bebas atau juga mengatur mosi tidak percaya pada Parlemen guna memicu pemilihan umum yang baru.

Adapun CDU sendiri, yakni partai Merkel, tak memberikan alternatif solusi lainnya untuk masalah imigran bagi CSU, apakah misalnya berupaya menggalang Eropa supaya memberikan solusi untuk bisa memangkas jumlah migran ataupun mengambil tindakan nasional Jerman secara sepihak saja.

Annegret Kramp-Karrenbauer, selaku Sekretaris Jenderal CDU,  menyatakan bahwa pemimpin-pemimpin partai ‘bersatu’ untuk mendukung ‘solusi yang paling efektif dan juga manusiawi bersama dengan mitra Eropa kamu’ tentang masalah imigran.

Bisa Picu Krisis di Politik Barat

Seperti yang sudah diketahui bahwa migrasi adalah isu yang sudah lama mendominasi perdebatan politik di negara Barat dan juga bisa memecah negara-negara di sana.

Angela Merkel yang bersama dengan koalisinya yang mana rentan, berharap dapat mengatasi gelombang sikap anti-imigran tanpa harus kehilangan banyak pengaruh karena sikap ini.

Pemerintah koalisi baru antara Italia dan Austria membawa suara anti-imigrasi yang mana terpinggirkan ke tengah panggung kekuasaan.

Australia juga tak lepas dari isu ini. Mereka dikritik habis-habisan karena kebijakan menahan pencari suaka yang mana tiba dari laut di tempat penampungan bandar togel terpercaya yang ada di Papua Nugini dan Nauru. Di tengah situasi yang seperti ini, pertikaian politik yang berlangsung antar negara-negara Barat malah dipertajam dengan perdebatan yang ada di dunia maya yang mana diduga dihembuskan oleh propaganda dari Rusia.

Di balik upaya memenangkan pemilu dan juga penyebaran informasi salah yang mana sengaja dihembuskan ini, ternyata memang ada tren nyata yang mana memiliki konsekuensi kemanusiaan serta politik. Jumlah imigran sendiri pasalnya masih berada di angka yang tinggi. PBB sendiri memperkirakan potensi pengungsi dan juga migran di seluruh dunia mencapai jumlah 65 juta orang.

Filippo Grandi, Komisaris PBB urusan Pengungsi mengatakan bahwa masalah ini mesti diatasi dengan solusi yang sifatnya global, namun situasi yang sekarang ada lebih ke sikap yang nasionalis.

Warga Jerman khususnya secara luas masih memiliki pandangan pro-Eropa, akan tetapi mereka masih berusaha untuk menerima langkah Merkel guna menerima lebih dari 1 juta pencari suaka di tahun 2015.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *